
Harga TBS Sawit Di Sumut Sentuh Rp 3.500 per Kg, CPO Ikut Naik
Harga TBS Kelapa Sawit Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Kembali Menunjukkan Tren Positif Pada Periode 22–27 Januari 2026. Di mana patokan harga telah menyentuh sekitar Rp 3.500 per kilogram. Kenaikan harga TBS ini menjadi angin segar bagi petani sawit di kawasan yang selama ini bergantung pada pendapatan dari komoditas andalan tersebut.
Berdasarkan data terbaru yang di rilis oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut. Harga TBS untuk perusahaan bermitra di Sumut di tetapkan sebesar Rp 3.517 per kg pekan ini, naik tipis di bandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 3.494 per kg.
Kenaikan Harga TBS itu juga di ikuti oleh tren positif pada harga Crude Palm Oil (CPO), produk turunan utama dari tandan buah segar sawit. Harga CPO lokal dan ekspor pada periode ini di patok sekitar Rp 14.318 per kg, meningkat di bandingkan pekan lalu yang mencatat Rp 14.222 per kg. Selain itu, harga kernel lokal di Sumut juga mengalami kenaikan menjadi Rp 11.756 per kg dari sebelumnya Rp 11.691 per kg.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman
Peningkatan harga TBS nampak konsisten di berbagai kelompok usia tanaman sawit. Rincian harga menurut umur pohon menunjukkan adanya variasi yang wajar, di mana tanaman yang lebih produktif umumnya dihargai lebih tinggi. Berikut adalah gambaran harga TBS berdasarkan usia tanaman pada periode 22–27 Januari 2026:
- Usia 3 thn – Rp 2.726 per kg
- Usia 4 thn – Rp 2.984 per kg
- Usia 5 thn – Rp 3.161 per kg
- Usia 6 thn – Rp 3.250 per kg
- umur 7 thn – Rp 3.280 per kg
- Umur 8 thn – Rp 3.367 /kg
- umur 9 thn – Rp 3.431/ kg
- Usia 10–20 thn – Rp 3.517/kg
- Usia 21 thn – Rp 3.510 per kg
- Usia 22–23 thn – Rp 3.463–3.429/ kg
- Usia 24 thn – Rp 3.315/ kg
- Usia 25 thn – Rp 3.212 per kg
Data ini menunjukkan bahwa kelompok tanaman antara 10 hingga 21 tahun masih menjadi yang paling tinggi harganya, karena umumnya berada dalam fase produktivitas terbaik.
Harga Tandan Buah Segar di Berbagai Daerah Sumut
Selain berdasarkan usia tanaman, harga TBS sawit juga bervariasi di tingkat kabupaten/kota di Sumut. Kabupaten dengan harga tertinggi dan terendah mencerminkan kondisi pasar lokal serta biaya logistik bagi pemasok buah sawit. Berikut gambaran umum harga pada kabupaten/kota:
- Langkat – Rp 2.850 per kg
- Deli Serdang – Rp 2.800 per kg
- Serdang Bedagai – Rp 2.875 per kg
- Simalungun – Rp 2.720 per kg
- Batu Bara – Rp 2.735 per kg
- Asahan – Rp 2.710 per kg
- Mandailing Natal – Rp 2.905 per kg
- Padanglawas – Rp 2.960 per kg
- Pakpak Bharat – Rp 2.700 per kg
Variasi harga ini mencerminkan pengaruh jarak ke pabrik, kualitas tandan buah segar, hingga biaya distribusi yang berbeda di masing-masing daerah.
Faktor Kenaikan Harga
Kenaikan harga TBS dan produk turunannya seperti CPO dan kernel dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk permintaan global terhadap minyak sawit serta kondisi pasar komoditas internasional yang stabil atau meningkat. Harga CPO yang menjadi acuan utama untuk penetapan harga TBS juga cenderung naik dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mendorong harga pembelian buah di tingkat petani.
Secara historis, harga TBS di Sumut sempat mengalami variasi naik-turun sepanjang tahun lalu, dengan periode tertentu mencatat harga di atas Rp 3.600 per kg seperti pada Agustus 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sawit regional berfluktuasi tergantung pada permintaan global dan harga dasar CPO.
Dampak terhadap Petani dan Industri Sawit
Kenaikan harga TBS membawa dampak positif bagi petani sawit, terutama bagi mereka yang punya kebun mandiri atau bergantung pada kemitraan plasma. Peningkatan pendapatan dari hasil penjualan buah sawit dapat membantu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan di Sumut, yang sebagian besar mengandalkan komoditas ini sebagai sumber utama penghasilan.
Namun, fluktuasi harga yang relatif sering juga menjadi tantangan tersendiri karena petani dan pelaku industri harus siap menghadapi kondisi pasar yang berubah-ubah, seperti penurunan harga di beberapa periode sebelumnya yang pernah terjadi sepanjang 2025.