Putri Marino

Putri Marino, Dari Presenter Hingga Aktris Peraih Piala Citra

Putri Marino Salah Satu Aktris Indonesia Yang Di Kenal Luas Karena Kemampuan Aktingnya Yang Kuat Dan Pilihan Peran Yang Beragam. Lahir dengan nama lengkap Ni Luh Dharma Putri Marino pada 4 Agustus 1993 di Denpasar, Bali, Putri memiliki darah Italia dari ayahnya dan Bali dari ibunya sehingga memiliki ciri wajah khas dan pesona yang berbeda di dunia hiburan Tanah Air.

Sebelum terkenal sebagai aktris, Putri Marino memulai kariernya di dunia televisi sebagai presenter acara My Trip My Adventure pada tahun 2013. Kesempatannya tampil di televisi memberi panggung awal untuk mengenal dunia hiburan secara lebih luas. Meskipun sempat mengalami beberapa penolakan dalam proses casting film pada awal kariernya, tekad Putri tidak luntur.

Titik balik dalam kariernya terjadi pada 2017, saat ia mendapatkan peran utama dalam film drama romantis Posesif, karya sutradara Edwin. Perannya sebagai tokoh utama perempuan dalam film ini langsung mendapat pujian publik dan kritikus. Bahkan, Putri Marino meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia 2017. Sebuah penghargaan bergengsi yang menempatkannya sebagai salah satu aktris berbakat generasi baru di industri film Indonesia.

Peran dan Film yang Mencuri Perhatian

Sejak debutnya di Posesif, Putri Marino terus memperluas portofolio filmnya dengan beragam genre dan karakter yang menantang. Ia tampil dalam beberapa film seperti Mau Jadi Apa, Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara, Terima Kasih Cinta, dan Losmen Bu Broto, di mana ia juga mendapat penghargaan sebagai aktris pendukung terbaik di beberapa ajang karena peran kuatnya sebagai Mbak Pur.

Pada tahun 2024, Putri turut membintangi film adaptasi novel populer berjudul The Architecture of Love, bersama aktor Nicholas Saputra. Film bergenre drama romantis ini dirilis di bioskop Indonesia dan kembali menunjukkan kemampuan Putri dalam menghadirkan karakter yang mengena di hati penonton.

Selain itu, ia juga menjajal genre horor dan misteri melalui film The Redemption of Sin (Tebusan Dosa) yang memadukan ketegangan dan emosi. Dalam film ini Putri berperan sebagai Tirta, seorang podcaster yang turut membantu pencarian anak yang hilang. Peran ini dipilih Putri sebagai bagian dari proses penyembuhan diri setelah musibah kehilangan ayahnya. Yang membuatnya banyak belajar tentang ketegaran dan cinta seorang ibu.

Kehidupan Pribadi Putri Marino yang Inspiratif

Di luar layar, Putri Marino menjalani kehidupan sebagai istri dan ibu yang inspiratif. Ia menikah dengan aktor dan juga produser Chicco Jerikho pada 3 Maret 2018 setelah hubungan mereka berbuah cinta mendalam. Dari pernikahan ini, pasangan ini di karuniai seorang anak perempuan bernama Surinala Carolina Jarumilind yang lahir pada 24 September 2018.

Putri sering kali berbagi momen tentang bagaimana ia menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga. Dalam berbagai wawancara, ia mengakui bahwa menjadi ibu dan istri membawa kebahagiaan sekaligus tantangan tersendiri. Ia menyadari pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga dan juga memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk tumbuh sebagai individu, seorang seniman, dan seorang ibu.

Pilihan Peran yang Bermakna

Salah satu aspek menarik dari karier Putri Marino adalah keberaniannya memilih peran yang tidak selalu mudah secara emosional. Ia pernah menyatakan bahwa ia tidak kembali untuk berperan sebagai Kinan dalam Layangan Putus karena beban emosional karakter tersebut terlalu berat baginya pada waktu itu. Ia memilih untuk menghormati proses kreatifnya sendiri dan memberikan yang terbaik saat benar-benar siap.

Warisan Bakat dan Masa Depan

Sebagai aktris blasteran Italia-Bali yang berhasil menorehkan prestasi sejak awal kariernya. Putri Marino terus menunjukkan evolusi sebagai seniman yang sensitif dan berani mengambil tantangan. Dengan film-film berkualitas dalam portofolionya, serta keterlibatannya dalam proyek nasional maupun internasional. Putri di pandang sebagai salah satu figur penting dalam perfilman Indonesia modern.