
Alyssa Soebandono Bantah Pernah Jadi Penerima Beasiswa LPDP
Alyssa Soebandono Selebritas Yang Pernah Menerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Untuk Menempuh Pendidikan Di Luar Negeri. Isu tersebut menyebar luas dan menarik berbagai tanggapan warganet, namun Alyssa secara tegas menyampaikan bantahan atas klaim tersebut.
Melalui akun Instagram pribadinya, Alyssa Soebandono memberikan klarifikasi bahwa ia tidak pernah menjadi penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftar untuk beasiswa tersebut. Pernyataan ini ia sampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di sejumlah platform daring yang menuliskan namanya sebagai salah satu awardee LPDP.
“Saya bukanlah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri,” tegas Alyssa Soebandono dalam unggahan klarifikasinya. Ia juga menambahkan bahwa informasi mengenai dirinya sebagai awardee beasiswa bukanlah fakta yang benar.
Riwayat Pendidikan Alyssa Soebandono
Dalam klarifikasi tersebut, Alyssa membenarkan bahwa ia memang pernah menempuh studi di luar negeri. Tepatnya di Monash University, Australia, dengan jurusan Media Communications, Film and Television Media. Namun ia menegaskan bahwa biaya kuliahnya di tanggung sendiri tanpa dukungan dari LPDP.
Selain itu, Alyssa juga menyampaikan bahwa pada jenjang pendidikan pascasarjana ia mendapatkan beasiswa penuh dari London School of Public Relations (LSPR), bukan dari LPDP. Hal ini menguatkan bahwa keberhasilannya menempuh pendidikan tinggi bukan karena program beasiswa pemerintah.
Pernyataan spesifik Alyssa tersebut merespons unggahan yang memasukkan namanya dalam daftar artis penerima beasiswa LPDP. Yang juga memasukkan nama artis lain seperti Tasya Kamila, Maudy Ayunda, dan Gita Gutawa. Namun, menurut penyampaian Alyssa, data yang beredar tersebut keliru dan tidak berdasarkan fakta.
Reaksi Publik dan Konteks LPDP
Isu ini muncul di tengah maraknya perbincangan mengenai beasiswa LPDP dan kewajiban pemegang beasiswa untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Program LPDP merupakan salah satu beasiswa prestisius yang di berikan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan untuk mendukung pendidikan tinggi yang unggul dan berkontribusi pada pembangunan nasional. Program ini mewajibkan penerima beasiswa untuk kembali dan mengabdi di Indonesia setelah pendidikan mereka selesai.
Belakangan, wacana publik mengenai LPDP menjadi lebih intens setelah sejumlah kasus alumni yang viral karena di anggap tidak kembali ke tanah air atau di anggap kurang menunjukkan kontribusi sesuai kewajiban beasiswa. Hal ini memicu kritik dan debat mengenai peraturan 2N + 1 LPDP yang mengharuskan alumni kembali selama dua periode kerja di tambah satu tahun.
Selain itu, sejumlah alumni LPDP lainnya juga angkat suara untuk menjelaskan pengalaman dan kontribusi mereka setelah menyelesaikan studi. Seperti yang di lakukan oleh artis Tasya Kamila, yang menyampaikan kontribusinya melalui unggahan media sosial.
Dampak Kesalahpahaman Informasi
Klarifikasi Alyssa menunjukkan betapa pentingnya verifikasi informasi di era digital. Di tengah arus cepat berita daring, kesalahan data atau asumsi yang tidak tepat bisa dengan cepat tersebar. Dan menimbulkan kesalahpahaman besar di publik terutama ketika berkaitan dengan isu sensitif seperti dana pendidikan negara. Unggahan Alyssa Soebandono kemudian di maknai sebagai upaya untuk menghentikan informasi keliru. Dan menjaga integritas pribadi serta reputasinya di mata publik.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peran aktif tokoh publik dalam meluruskan informasi sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan akurasi fakta. Klarifikasi Alyssa Soebandono membuktikan bahwa berita mengenai dirinya sebagai penerima beasiswa LPDP tidak benar. Dan menunjukkan bahwa kesalahan informasi dapat terjadi pada siapa saja bahkan tokoh terkenal sekalipun.