
Mata Belekan Setelah Batuk Dan Demam, Wajar atau Bahaya?
Mata Belekan (Tertutup Oleh Kotoran Mata) Saat Bangun Tidur Atau Di Pagi Hari, Fenomena Ini Sering Membuat Orang Tua Cemas. Apakah ini wajar atau justru menunjukkan masalah yang lebih serius? Kenapa Mata Bisa Belekan Setelah Batuk dan Demam?
Menurut dokter anak, kondisi Mata Belekan setelah batuk, pilek, dan demam pada anak sebenarnya cukup sering terjadi dan bisa menjadi bagian dari proses pemulihan tubuh setelah infeksi saluran pernapasan atas. Ini karena jalur hidung, saluran air mata, dan bagian belakang mata saling terhubung. Sehingga ketika ada peradangan pada hidung akibat flu atau batuk, saluran air mata juga bisa ikut terpengaruh.
Infeksi yang paling sering menyebabkan gejala awal seperti batuk dan pilek biasanya di sebabkan oleh virus seperti rhinovirus, adenovirus, coronavirus, hingga virus RSV. Di mana virus ini juga bisa ikut memengaruhi lendir dan kotoran yang terbentuk pada mata.
Dalam kasus yang tidak berbahaya, Mata Belekan umumnya berwarna bening hingga putih dan berangsur membaik seiring dengan pemulihan kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.
Kapan Mata Belekan Masih Termasuk Wajar?
Belekan dapat muncul sebagai respons tubuh terhadap perubahan lendir atau saluran nasolakrimalis (saluran air mata) yang sedikit tersumbat akibat peradangan saat batuk dan pilek. Kondisi ini biasanya:
- Tidak disertai rasa sakit di mata
- Tidak membuat mata merah atau bengkak parah
- Anaknya tetap aktif dan ceria
- Belekan makin berkurang seiring membaiknya batuk atau demam
Dalam situasi seperti ini, membersihkan mata dengan lembut menggunakan kapas atau kain bersih yang di basahi air hangat bisa membantu mengurangi penumpukan kotoran mata.
Bila Perlu Di waspadai: Tanda Tanda Masalah Serius
Meskipun banyak kasus utama mata belekan setelah batuk dan demam masih merupakan gejala ringan. Ada situasi tertentu yang tidak wajar dan perlu segera di periksakan ke dokter. Ini termasuk:
- Belekan yang berwarna kuning atau kehijauan — warna ini sering menunjukkan infeksi bakteri pada mata, bukan sekadar sisa lendir setelah batuk.
- Mata merah, nyeri, atau bengkak parah — ini bisa jadi tanda conjunctivitis (radang selaput mata) atau infeksi lain yang memerlukan perhatian medis.
- Keluar cairan berlebih, lengket di pagi hari, atau membuat kelopak mata susah di buka meskipun sumber batuk sudah mereda, bisa menandakan infeksi yang lebih spesifik เช่น bacterial conjunctivitis.
- Gangguan penglihatan atau sensitivitas cahaya yang kuat ini tidak hanya kebersihan mata biasa.
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan oleh dokter anak atau dokter mata di perlukan untuk mendiagnosis apakah ada virus, bakteri, atau alergi yang menyebabkan gejala mata belekan tersebut.
Infeksi Mata dan Penyebarannya
Beberapa jenis infeksi mata pada anak, seperti pink eye (konjungtivitis), dapat terjadi bersamaan atau setelah infeksi saluran pernapasan karena virus yang sama juga memengaruhi selaput mata. Pink eye biasanya menunjukkan gejala seperti mata merah, air mata berlebih, dan kadang belekan yang lengket, dan bisa berupa virus maupun bakteri.
Beberapa infeksi viral dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Tetapi infeksi bakteri mungkin memerlukan tetes mata antibiotik atau perawatan dari dokter.
- Bagaimana Orang Tua Dapat Menangani di Rumah
- Untuk kasus yang ringan, orang tua dapat:
- Membersihkan mata dengan lembut setiap pagi menggunakan kain bersih
- Pastikan anak mencuci tangan dengan benar agar tidak menyentuh mata dengan tangan yang kotor
- Jaga kebersihan bantal, handuk, dan kain yang kontak dengan wajah anak
- Konsultasikan ke dokter jika ada tanda memburuk atau tidak membaik setelah beberapa hari
Mata anak yang belekan setelah batuk, pilek, dan demam tinggi umumnya merupakan respons tubuh yang masih dalam batas wajar. Terutama jika belekan berwarna bening dan disertai dengan pembentukan lendir yang berkurang seiring waktu. Namun, jika Mata Belekan berubah menjadi kuning atau kehijauan, di sertai mata merah, nyeri, atau gangguan penglihatan. Sebaiknya orang tua segera membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.