
Namira Adjani Raih Rekor MURI Usai Maraton Di Enam Negara
Namira Adjani, Putri Sulung Aktris Dan Presenter Senior Alya Rohali, Berhasil Mencetak Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sebagai perempuan Indonesia termuda yang menyelesaikan enam maraton dalam seri World Marathon Majors pada usia 25 tahun. Prestasi ini membuat Namira menjadi inspirasi baru bagi komunitas lari dan generasi muda Indonesia.
Penghargaan dari MURI itu di berikan kepada Namira Adjani karena berhasil menyelesaikan rangkaian Abbott World Marathon Majors (WMM) — kompetisi maraton paling bergengsi di dunia yang mencakup enam maraton utama di berbagai kota besar dunia. Keberhasilannya di umumkan pada 30 Januari 2026.
World Marathon Majors terdiri dari enam maraton global yang mempunyai tantangan fisik serta rute berbeda-beda, yaitu: London Marathon, Tokyo Marathon, Berlin Marathon, Chicago Marathon, Boston Marathon, dan New York City Marathon. Pelari yang berhasil menyelesaikan keenam ajang ini akan di anugerahi medali Six Star Finisher Medal — sebuah simbol prestasi luar biasa dalam dunia lari jarak jauh.
Namira Adjani yang akrab di panggil “Jani” memulai petualangannya di ajang maraton internasional sejak London Marathon 2022. Ia kemudian berturut-turut menyelesaikan Tokyo dan Berlin Marathon pada 2023, serta Chicago Marathon pada 2024. Dua maraton terakhir, yakni Boston dan New York, ia tuntaskan pada tahun 2025, menutup perjalanan panjangnya di WMM.
Catatan Waktu yang Membanggakan
Prestasi Namira tak hanya soal menyelesaikan enam maraton, tetapi juga catatan waktu yang ia raih. Saat menyelesaikan New York City Marathon 2025, ia mencatat waktu 3 jam 59 menit 25 detik, menjadikannya juga salah satu pelari perempuan Indonesia termuda yang berhasil menembus waktu di bawah 4 jam (sub-4 jam) di ajang maraton bergengsi tersebut.
Sub-4 jam adalah tolok ukur penting di dunia maraton, menunjukkan kombinasi ketahanan fisik dan strategi lari yang matang. Dengan prestasi ini, Namira membuktikan bahwa dedikasi dan latihan konsisten yang ia jalani selama bertahun-tahun membuahkan hasil yang luar biasa.
Sikap Inspiratif Namira Adjani dan Pesan untuk Publik
Namira menyampaikan kebahagiaan dan rasa syukur atas pencapaian ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan bahwa proses panjang dan kerja keras yang di lakukan selama bertahun-tahun adalah kunci utama pencapaian ini, serta tak lepas dari dukungan orang-orang terkasih di sekitarnya.
Dalam unggahannya, Namira berharap perjalanan yang di tempuhnya dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang, terutama generasi muda di Indonesia, untuk hidup lebih sehat dan mengejar impian mereka — termasuk melalui olahraga lari. “Aku harap perjalanan karir ku ini bisa jadi inspirasi banyak orang untuk berlari dan juga menjalani hidup jadi lebih sehat,” tulisnya.
Latar Belakang dan Dukungan Keluarga
Namira Adjani lahir pada 8 Desember 1999 di Jakarta dan merupakan putri sulung dari Alya Rohali, Puteri Indonesia 1996 yang juga sukses di dunia hiburan dan profesional. Selain dikenal dalam dunia olahraga, Namira juga menunjukkan prestasi tinggi dalam akademik dan disiplin hidup.
Perjalanan Namira tak lepas dari dukungan keluarga, khususnya sang ibu, yang juga pernah menyelesaikan World Marathon Majors. Keduanya bahkan menjadi inspirasi kuat bagi komunitas pelari Indonesia karena menunjukkan bahwa pencapaian dunia tidak hanya milik atlet profesional. Tetapi juga bisa di raih dengan dedikasi tinggi dan persiapan matang.
Signifikansi Six Star Finisher Medal
Medali Six Star Finisher merupakan penghargaan prestisius yang di berikan kepada pelari yang telah menyelesaikan enam maraton utama. Ini bukan sekadar simbol menyelesaikan lomba, tetapi juga bukti ketangguhan fisik dan mental, disiplin berlatih. Dan kemampuan menghadapi kondisi serta rute yang berbeda di setiap kota.
Namira Andjani tidak sekadar mencetak prestasi personal, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi olahraga lari Indonesia. Menunjukkan bahwa pelari Indonesia mampu bersaing dan mencetak sejarah di level global.