Malaysia

Malaysia Targetkan 4,7 Juta Wisatawan Indonesia Pada 2026

Malaysia Menetapkan Target Ambisius Menarik Hingga Sekitar 4,7 Juta Kunjungan Wisatawan Asal Indonesia Pada Tahun 2026. Target ini menjadi bagian dari kampanye besar Visit Malaysia 2026 (VM2026) yang di rancang untuk memperkokoh posisi kuala lumpur sebagai salah satu destinasi pariwisata utama di Asia Tenggara dan dunia.

Menurut Wakil Ketua Tourism Malaysia, Dato’ Yeoh Soon Hin, angka target tersebut di bangun atas tren kenaikan kunjungan wisatawan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024 saja, angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia mencapai lebih dari 4,14 juta orang, melonjak sekitar 19,1 persen di bandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan Indonesia Ke Malaysia tidak terjadi secara kebetulan, melainkan di picu oleh beberapa faktor struktural: kemudahan akses transportasi udara, kedekatan geografis kedua negara. Serta kesamaan budaya yang membuat Malaysia menjadi pilihan perjalanan yang populer di antara pelancong Indonesia.

Data awal menunjukkan sejak awal 2025, terdapat ratusan ribu warga Indonesia yang telah berkunjung. Termasuk lebih dari 774 ribu kunjungan di dua bulan pertama tahun itu menunjukkan momentum positif yang di harapkan terus meningkat menuju target 2026.

Tourism Malaysia Menyiapkan Strategi

Untuk mewujudkan target besar tersebut, Tourism Malaysia Menyiapkan Strategi menyeluruh melalui kampanye besar yang di luncurkan sejak awal tahun sebelumnya. Program VM2026 tidak hanya mengandalkan promosi produk wisata yang sudah populer seperti city break di Kuala Lumpur, Penang, dan Melaka, tetapi juga memperluas jangkauan destinasi ke wilayah yang selama ini kurang di kenal oleh wisatawan Indonesia.

Menurut pernyataan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin. Pihaknya berharap wisatawan dari Indonesia dapat menjelajahi destinasi baru di luar tujuan mainstream, seperti Sabah, Sarawak, Kelantan, Perak, dan Terengganu. Destinasi-destinasi ini menawarkan keunikan masing-masing, mulai dari kekayaan budaya, alam tropis yang memikat. Hingga pengalaman wisata alternatif yang berbeda dari rutinitas kunjungan sebelumnya.

Infrastruktur Konektivitas Yang Terus Di Perkuat

Selain promosi, salah satu faktor penting yang menopang target ini adalah Infrastruktur Konektivitas Yang Terus Di Perkuat. Hingga Maret 2025, tercatat ratusan penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia ke Malaysia dengan kapasitas pesawat yang besar. Salah satu indikator bahwa hubungan udara kedua negara semakin kuat.

Akses yang mudah ini di pandang sebagai kunci utama untuk menarik lebih banyak turis Indonesia. Khususnya mereka yang mencari pengalaman liburan singkat namun bernilai tinggi tanpa hambatan visa atau biaya perjalanan yang tinggi.

Dampak Ekonomi dan Potensi Pendapatan Pariwisata

Target 4,7 juta kunjungan wisatawan Indonesia tidak hanya penting secara kuantitatif, tetapi juga strategis bagi perekonomian Malaysia. Kampanye VM2026 secara keseluruhan menargetkan puluhan juta wisatawan dari seluruh dunia dengan potensi kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap pendapatan negara.

Sebagai gambaran, program besar ini di harapkan menyumbang pendapatan wisata hingga 270 miliar ringgit RM. (Sekitar lebih dari Rp1.000 triliun) jika target global 45 juta kunjungan internasional tercapai. Meningkatnya kunjungan dari Indonesia di pandang sebagai bagian penting dari kontribusi pasar Asia Tenggara terhadap realisasi target besar ini.

Malaysia Memiliki Momentum Kuat Di Kawasan Asia Tenggara

Walaupun target ini ambisius, Malaysia Memiliki Momentum Kuat Di Kawasan Asia Tenggara. Data terbaru memperlihatkan sektor pariwisata Malaysia mencatat pertumbuhan signifikan, bahkan melampaui pesaingnya dalam beberapa indikator kunjungan wisatawan asing.

Namun, persaingan dengan destinasi lain seperti Thailand dan Vietnam tetap ketat, dan Malaysia di tuntut terus berinovasi dalam penawaran, promosi. Serta pengalaman wisata yang di tawarkan. Integrasi program digital, kerja sama dengan maskapai penerbangan, serta paket wisata tailor-made untuk segmen berbeda di Indonesia menjadi hal yang kerap dibahas dalam strategi lanjutan promosi pariwisata.