
Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta, Tercatat 22 Korban Tewas
Kebakaran Yang Terjadi Pada Selasa, 9 Desember 2025, Di Kantor Terra Drone Indonesia Di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru Jakarta Pusat. Kebakaran hebat ini menelan korban jiwa sebanyak 22 orang, termasuk seorang perempuan hamil, dan menimbulkan kepanikan di kawasan perkantoran tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran gedung paling tragis di ibu kota dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan awal, api di perkirakan berasal dari baterai lithium yang di simpan di lantai pertama gedung. Dugaan ini muncul karena area penyimpanan dan pengisian baterai drone di sebut sebagai titik awal api. Api dengan cepat menyebar ke lantai atas, sementara jalur evakuasi yang terbatas dan kurang memadai memperparah kondisi, sehingga banyak korban tidak sempat menyelamatkan diri. Sebagian besar korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen (asfiksia) akibat asap tebal, bukan luka bakar langsung Kebakaran.
Tim pemadam kebakaran DKI Jakarta segera di terjunkan ke lokasi dan berhasil menyelamatkan 19 orang. Para korban yang selamat mengalami gangguan pernapasan dan trauma psikologis akibat peristiwa ini. Pihak berwenang juga menutup area sekitar untuk penyelidikan, dan upaya evakuasi serta pendinginan gedung memakan waktu berjam-jam.
Pihak manajemen Terra Drone Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam serta permohonan maaf atas kejadian tragis ini. Mereka menegaskan akan bekerja sama penuh dengan aparat hukum dalam penyelidikan, termasuk terkait dugaan kelalaian yang menjadi penyebab kebakaran. Saat ini, Direktur Utama Terra Drone Indonesia telah di tetapkan sebagai tersangka karena dugaan kelalaian dalam pengelolaan keselamatan gedung dan prosedur penyimpanan baterai. Insiden Kebakaran memicu sorotan luas terhadap standar keselamatan perkantoran dan gudang yang menyimpan peralatan berisiko tinggi, termasuk baterai lithium.
Pemetaan Udara Atau Fotografi
Terra Drone Indonesia merupakan bagian dari Terra Drone Corporation asal Jepang, sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang teknologi drone dan solusi udara berbasis robotika. Sejak berdirinya, Terra Drone fokus pada pengembangan layanan drone profesional yang menyasar berbagai sektor industri, mulai dari energi, pertambangan, konstruksi, hingga agrikultur.
Di Indonesia, Terra Drone di kenal karena kemampuannya menghadirkan solusi drone yang tidak sekadar untuk Pemetaan Udara Atau Fotografi, tetapi juga untuk inspeksi infrastruktur kritis. Layanan mereka mencakup pemantauan jaringan listrik, pengecekan kondisi bendungan, pemetaan tambang, hingga survei lahan pertanian secara efisien dan aman. Dengan teknologi ini, perusahaan mampu mengurangi risiko keselamatan bagi pekerja manusia yang biasanya harus berada di lokasi berbahaya, sekaligus mempercepat proses pengumpulan data dengan akurasi tinggi.
Selain itu, Terra Drone juga mengembangkan drone dengan kemampuan pengisian baterai dan pemantauan otomatis, memadukan teknologi sensor canggih dan analisis data berbasis kecerdasan buatan (AI). Pendekatan ini menjadikan perusahaan tidak hanya sebagai penyedia drone, tetapi juga sebagai penyedia solusi data dan informasi strategis bagi klien industri.
Reputasi Terra Drone di Indonesia berkembang pesat karena inovasi mereka membantu sektor-sektor kritis meningkatkan efisiensi operasional. Misalnya, dalam industri pertambangan, drone Terra Drone dapat melakukan survei area yang luas dalam waktu singkat, mengidentifikasi potensi bahaya, serta memprediksi kebutuhan perawatan infrastruktur. Sementara di sektor energi, drone ini mampu melakukan inspeksi menara listrik dan jaringan transmisi tanpa harus menghentikan operasi, sehingga menekan biaya dan risiko kecelakaan. Dengan visi menghadirkan teknologi drone yang aman, efektif, dan berkelanjutan, Terra Drone Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemimpin solusi drone profesional.
Memastikan Penyebab Kebakaran Serta Kemungkinan Adanya Kelalaian Pihak Terkait
Kepolisian Republik Indonesia menegaskan keseriusan mereka dalam menangani kebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa, 9 Desember 2025, yang menewaskan 22 orang. Aparat menekankan bahwa penyelidikan di lakukan secara mendalam untuk Memastikan Penyebab Kebakaran Serta Kemungkinan Adanya Kelalaian Pihak Terkait.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat korban tewas dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk identifikasi. Tim penyidik juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pekerja yang selamat, warga sekitar, serta manajemen Terra Drone. Semua informasi ini akan menjadi dasar dalam penyelidikan dan menentukan langkah hukum selanjutnya.
Penyidik Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri telah di terjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh. Fokus tim adalah menelusuri titik awal api dan faktor teknis lain, termasuk dugaan bahwa kebakaran bermula dari baterai drone di lantai pertama. Kapolres menegaskan, hasil sementara olah TKP belum bisa di umumkan karena penyelidikan masih berjalan.
Selain olah TKP, pihak kepolisian memanggil manajemen Terra Drone, pemilik gedung, dan pihak terkait lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan menilai apakah manajemen risiko dan prosedur keselamatan telah di jalankan sesuai ketentuan. Aspek penggunaan alat pemadam api, jalur evakuasi darurat, dan kepatuhan terhadap SOP keselamatan kerja menjadi fokus pemeriksaan.
Polisi juga mengonfirmasi bahwa saksi tambahan terus dipanggil dan dokumen operasional perusahaan di periksa. Tujuannya adalah menilai apakah ada unsur kelalaian yang dapat dipertanggungjawabkan secara pidana. Kombes Susatyo menegaskan, proses penyelidikan akan di lakukan secara transparan dan akurat, dengan mengutamakan keadilan bagi korban dan keluarga. Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan kesimpulan akhir terkait penyebab kebakaran.
Banyak Netizen Menyuarakan Belasungkawa, Doa, Serta Harapan Agar Hal Serupa Tidak Terjadi Lagi
Banyak netizen merasa tersentuh terutama ketika korban termasuk calon ibu. Sebagai contoh (komentar di media sosial yang dikutip oleh media):
“Gila nangis banget nangis sesenggukan tengah malam baca berita tentang ibu hamil tua. Yang meninggal akibat kebakaran terra drone.. ya allahhh”
“Turut berduka untuk korban kebakaran gedung Terra Drone… meski ga pernah singgungan langsung, tapi perusahaan tempatku bekerja sejenis, dan nama Terra Drone sudah nggak asing lagi.”
Kesedihan ini makin dalam karena korban bukan hanya pekerja melainkan ada calon bayi dalam kandungan. Banyak Netizen Menyuarakan Belasungkawa, Doa, Serta Harapan Agar Hal Serupa Tidak Terjadi Lagi. Kritik terhadap standar keselamatan dan regulasi bangunan
Selain rasa duka, ada kecaman keras terhadap kondisi gedung dan regulasi keselamatan yang di anggap sangat lemah. Di forum publik, beberapa warganet mempertanyakan bagaimana bisa gedung dengan banyak pekerja tidak memiliki jalur evakuasi memadai. Misalnya:
“Kok bisa bikin dikasi ijin bangun gedung bertingkat tapi ga ada tangga darurat. Dan pintu keluar cuma 1, setor nyawa ini si…”
“Semua barang flammable … kalo kebakar di ruko, asepnya naik lewat tangga yang ironisnya buat jalur evakuasi…”
Komentar tersebut menunjukkan kemarahan dan kekecewaan banyak yang menilai perusahaan dan pihak berwenang lalai dalam menjamin keselamatan pekerja. Ketiadaan jalur darurat, penggunaan ruko sebagai kantor yang menyimpan barang mudah terbakar, dan desain bangunan di anggap sebagai biang bencana. Seruan reformasi regulasi dan pengawasan Gedung Insiden ini memantik seruan agar pemerintah dan instansi terkait memperketat regulasi keselamatan bangunan. Serta rutin melakukan inspeksi terhadap gedung-gedung beresiko<em> Kebakaran.