Persija

Persija Telan Kekalahan Melawan Arema Dengan Skor 2-0

Persija Jakarta Harus Menelan Pil Pahit Saat Menjamu Arema FC Di Pekan Ke-20 BRI Super League 2025/2026 Di GBK, Pada Minggu Malam (8/2/2026). Laga yang di penuhi harapan besar bagi tuan rumah berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Arema FC, yang menunjukkan performa disiplin dan efektif sepanjang pertandingan.

Meski bermain di kandang sendiri dan menguasai sebagian besar penguasaan bola, Persija gagal mengonversi dominasi itu menjadi gol yang berarti. Arema FC mampu tampil disiplin, memanfaatkan momen, dan mencetak dua gol krusial melalui Gabriel Silva, yang menjadi aktor utama kemenangan tim tamu.

Pertandingan berlangsung alot sejak awal. Persija yang mengandalkan dukungan ribuan suporter mulai menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Sayangnya, keunggulan penguasaan bola itu belum menghasilkan gol meski beberapa peluang tercipta.

Arema FC justru menunjukkan pertahanan yang rapat, disiplin, dan tak mudah ditembus. Berkali-kali lini belakang Singo Edan memutus serangan tuan rumah dan memanfaatkan ruang untuk melakukan serangan balik yang cepat.

Pada menit-menit awal, Arema sudah memberi ancaman melalui beberapa peluang yang bisa membahayakan pertahanan Persija. Namun, hingga turun minum, skor tetap 0-0 karena rapatnya pertahanan kedua tim dan penyelesaian akhir yang kurang maksimal.

Gol Penentu dan Peran Gabriel Silva

Keunggulan Arema akhirnya lahir pada menit ke-82, ketika Gabriel Silva berhasil memecah kebuntuan. Ia menjalankan serangan solo yang impresif dari tengah lapangan, melewati beberapa pemain Persija sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang, yang tak mampu di jangkau kiper Persija. Gol ini membuat para pendukung Singo Edan bersorak di luar stadion.

Namun Silva belum puas. Di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+7, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan sebuah skema serangan balik cepat. Ini memastikan Arema menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0 dan membuat Persija tak berkutik di sisa waktu.

Kedua gol Gabriel Silva ini sekaligus membawa Arema FC meraih kemenangan penting di markas Persija. Sebuah hasil yang terasa memuaskan mengingat Persija merupakan salah satu tim kuat di kompetisi musim ini.

Analisa Permainan Kedua Tim Persija Dan Arema

Persija Jakarta

Sebagai tuan rumah, Macan Kemayoran tampil dominan dari segi penguasaan bola dan jumlah serangan. Beberapa peluang emas sempat terlihat, termasuk upaya dari pemain sayap dan gelandang tim yang memaksa kiper Arema bekerja keras. Namun persentase penyelesaian akhir rendah menjadi masalah besar. Bahkan, satu peluang Persija yang tampak menjadi gol dianulir setelah penggunaan VAR karena pemain berada dalam posisi offside.

Dominasi bola yang tidak di sertai efektivitas penyelesaian membuat Persija harus membayar mahal. Ketidakmampuan mereka memanfaatkan peluang besar serta lemahnya konsentrasi di pertahanan membuat Arema bisa mencuri kemenangan.

Arema FC

Singo Edan tampil lebih disiplin dan efektif. Lini pertahanan mereka cukup kuat untuk meredam serangan tuan rumah, serta mampu memanfaatkan sedikit peluang yang mereka ciptakan untuk berbuah gol. Gabriel Silva tampil luar biasa sebagai eksekutor gol Andalan tim, sementara rekan-rekannya membantu dengan menahan tekanan Persija di berbagai sektor lapangan.

Permainan Arema menjadi contoh bagaimana sebuah tim bisa memenangkan pertandingan tanpa harus dominan secara statistik. Yaitu dengan pertahanan solid, serangan cepat yang terukur, serta penyelesaian akhir yang klinis.

Dampak Hasil pada Klasemen

Kekalahan ini memberi dampak signifikan bagi Persija Jakarta di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Tim ibu kota tetap berada di posisi tiga dengan 41 poin dari 20 laga, namun ketertinggalan dari pemuncak Persib Bandung semakin melebar menjadi enam poin. Menciptakan jarak yang sulit dikejar dalam perebutan gelar juara musim ini.

Sementara itu, kemenangan ini membawa Arema FC naik ke posisi sembilan klasemen, dengan koleksi 27 poin dari 20 pertandingan. Hasil ini memberi dorongan moral besar dan momentum positif bagi Singo Edan di sisa musim kompetisi.